Menu Singkong Rebus Dan Buah Layu
Cakralampung.com – Lamteng- Lagi dan lagi menu program MBG (Makan Bergizi Gratis) dikeluhkan.
Kali ini oleh para penerima program tersebut di Kampung Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah (Lamteng).
Pasalnya, menu MBG ini dinilai tidak sesuai harapan dari masyarakat penerimanya. Menu singkong rebus jadi tertawaan warga.
“Kami dapat menu singkong rebus, jeruk layu dan telur satu butir di hari Selasa (24 Februari 2026).Dan di hari Kamis (26 Februari 2026) mengeluarkan menu pisang layu, roti dan susu untuk tingkat PAUD, TK, SD dan SMK, ” sesal narasumber (ND) saat menyampaikan ke Redaksi Cakra Lampung.
Menurut ND, menu yang diberikan kepada anak-anak penerima MBG ini sangat tidak masuk akal.
“Apanya yang nambah gizi klo makanan yang dikasih singkong rebus sama buah yang sudah layu. Ini mah dikorupsi gak sesuai yang diprogramkan nilainya dari pusat, ” ujarnya
Minta Dapur SPPG Diaudit
Ketua LPM Lamteng Andi Satria menyayangkan menu dari program MBG dari dapur Tanjung Rejo ini.
“Singkong rebus dan buah pada layu ini kan gak sesuai dari program pusat yang ingin memberikan gizi bagi anak-anak bangsa. Ini nilainya juga tidak sesuai dengan pagi yang sudah dari pusat, ” terangnya.
Untuk itu dia berharap agar dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ini diaudit karena diduga anggaran unt)uk MBG tersebut dikorupsi.
“Kita menilai bahwa anggaran untuk menu yang diberikan oleh SPPG ini sangat tidak realistis alis diduga dikorupsi, ” katanya.
Andi berharap agar ke depan menu MBG ini dapat lebih baik. Sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai tujuan dari pusat. (ndi/din)
Kepala SPPG : Menu Sesuai Gizi
Kepala SPPG Tanjung Rejo, Lamteng, Imam mengatakan bahwa menu MBG yang diberikan kepada penerima program tersebut sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.
Hal itu dikatakannya saat dikonfirmasi Cakra Lampung kemarin. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan badan gizi soal menu MBG ini, ” katanya.
Dia menuturkan bahwa anggrannya juga sudah sesuai dengan makanan yang diberikan kepada penerim program MBG ini. (ndi/dni)
BGN Sanksi SPPG yang Beri MBG Kualitas Jelek, Operasional Dihentikan!
Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan masih adanya SPPG yang lalai dalam memaastikan kualitas makanan, sehingga pemberian MBG ke penerima manfaat justru berujung kejadian yang tidak diinginkan seperti keracunan.
Atas pelanggaran ini, BGN menghentikan operasionalnya sementara. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan penghentian ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap standar mutu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
“SPPG yang mengalami kejadian kami hentikan operasionalnya, dan lamanya penghentian tergantung seberapa berat kasus yang terjadi,” kata Dadan di Bogor, Sabtu (28/2/2026) dikutip dari detikhealt. (net/ndi)


















