Bandar Lampung – Polemik infrastruktur di Provinsi Lampung telah hangat menjadi bahan perbincangan sejak tragedi kritik ‘Provinsi Lampung’ satu tahun belakangan ini.
usai dikritik dengan kalimat yang kurang mengenakan, Presiden Indonesia Joko Widodo pun menyempatkan kunjungan melihat langsung kondisi jalan di Bumi Ruwa Jurai.
Walhasil orang nomor satu di negeri ini kecewa dengan infrastruktur di Lampung. Pun langsung mengambil langkah cepat dengan mengambil alih beberapa jalan kabupaten dan provinsi menjadi jalan nasional yang tanggungjawab pemerintah pusat.
Pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 800 miliar untuk perbaikan 15 ruas jalan rusak di Lampung usai kunjungan tersebut.
Hal ini menyebabkan infrastruktur Lampung menjadi sorotan berbagai pihak tidak terkecuali di wilayah Kota Baru Kabupaten Lampung Selatan.
Presiden Mahasiswa KM ITERA, Erza Refenza mengatakan, ITERA menilai bahwa dengan adanya rekonstruksi pembangunan untuk mewujudkan visi Indonesia di 100 tahun berdirinya negara ini, Kota Baru sudah menjadi wilayah yang mampu melakukan pembaharuan dan mampu menghidupkan kembali segala sektor terkait.
“Lampung yang menjadi gerbang utama pergerakan SDM ke Pulau Sumatera, masih membutuhkan sentuhan proyek-proyek andalan pemerintah,” kata dia, saat ajang Lokakarya yang diselenggarakan oleh Kementerian Kajian Strategis Kabinet KM ITERA, mengusung tema Rekonstruksi Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045 mengundang pembicara yang berkompeten di bidangnya baik dari Perwakilan Gubernur provinsi Lampung, DPRD Lampung, Perwakilan Rektorat, dan diramaikan oleh para mahasiswa ITERA, di Aula GKU 2 Kampus ITERA Lampung Selatan, Senin, 25 September 2023.
Ia menekankan bahwa KM ITERA mendorong menghidupkan kembali Kota Baru yang sudah lama mati dan Pemerintah Provinsi Lampung bisa turut mengikutsertakan mahasiswa dalam membangun Kota Baru kedepannya untuk menghadirkan inovasi solutif dari mahasiswa.
“Pentingnya Infrastruktur yang digaet oleh Pemprov Lampung diharapkan dapat mengubah nasib Kota Baru. dilansir dari berbagai sumber salah kampus negeri di daerah Bandar Lampung yakni Unila akan mendirikan kampus kedua di wilayah Kota Baru seluas 150 hektare dengan sumber modal dari Pemprov Lampung. Beberapa tantangan yang dihadapi seperti stagnasi, infrastruktur yang usang, dan mangkraknya anggaran penting untuk diperhatikan,” ujar Erza.(lis/ndi)


















