Bandar Lampung – Polresta Bandar Lampung sudah memeriksa mantan guru honorer MAN 2 Bandar Lampung, IS.
IS diperiksa atas laporkan dari wali murid ihwal dugaan perbuatan cabul sesama jenis dan dugaan penganiayaan pada siswa.
“Sudah (diperiksa polisi). Senin Minggu kemarin (2/12), yang melaporkan dugaan pelecehan ada 2 laporan, yang melaporkan penganiayaan ada 1 laporan, sekarang kami masih menunggu proses dari kepolisian,” kata Hata Geronimo penasehat hukum, IS, Rabu (11/12).
Ia menerangkan, pemeriksaan siang hari hingga selepas magrib.
“Sekitar 12 pertanyaan (dari polisi). Kalau pemeriksaan BAP terlapor langsung, kami tim kuasa hukum hanya mendampingi saja,” ungkap Hata.
Kata Hata, pihaknya berusaha untuk kooperatif dalam permasalahan ini, untuk langkah kedepannya pihaknya menyerahkan pada pihak kepolisian,
“Untuk proses hukum secara keseluruhan kami serahkan kepada pihak Kepolisian, saya berharap ada titik terang dalam permasalahan ini,” ujarnya.
Diketahui, oknum guru honorer MAN 2 Bandar Lampung berinisial IS dilaporkan salah satu wali murid laki-laki ke Polresta Bandar Lampung.
IS dilaporkan atas dugaan perbuatan cabul sesama jenis pada anak di bawah umur yang tidak lain siswanya sendiri berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : LP/B/1683/XV/2024/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG pada Selasa 19 November 2024.
S ibu korban warga Natar, Lampung Selatan melaporkan dugaan tindak pidana kejahatan perlindungan anak. Kronologi kejadiannya, IS, diduga melakukan perbuatan cabul dengan cara menghubungi korban untuk datang ke rumah IS kemudian IS menyuruh korban untuk memegang dan memainkan kemaluan korban, kejadian pada 8 Maret lalu.
Sementara oknum guru honorer MAN 2 Bandar Lampung, IS saat dikonfirmasi berkilah ihwal laporan tersebut dan enggan menjawab rentetan pertanyaan wartawan.
“Ini (STPL) dapat siapa? Sudah diklarifikasi ke yang bersangkutan (korban) ? Hasilnya apa,?Siapa juga nama anaknya,” tulis IS, Senin (25/11).
Sebelumny diberitakan, oknum guru honorer MAN 2 Bandar Lampung berinisial, IS diduga menganiaya beberapa siswa.
Dugaan penganiayaan itu dilakukan di sekolah saat kegiatan keagamaan beberapa waktu lalu.
Salah satu siswi, S yang diduga mendapat penganiayaan mengaku trauma ihwal dugaan penganiayaan oknum guru honorer tersebut.
SY paman S mengaku, IS diduga menganiaya keponakannya dengan memukul tangannya dengan sandal hingga bengkak.
Bahkan, tak hanya ponakannya yang diperlakukan tidak baik, namun pelajar lain juga ikut kena tendang hingga di lempar gelas mineral oleh oknum guru tersebut.
“Kejadiannya udah cukup lama. Tapi ponakan baru berani cerita baru-baru ini,” kata SY.
Ia menuturkan, dugaan pemukulan itu dilakukan di sekolah disaksikan banyak siswa lain, cukup lama S menutup diri ihwal insiden yang dialami, saat S ada keberanian menceritakan kejadian itu, S menceritakan pada ibunya.
“Namun nahas. Saat ibunya terlanjur emosi mendatangi sekolah dan sempat pingsan lalu dibawa ke rumah sakit. Setelah dirawat di rumah sakit, ibu S meninggal dunia,” kata SY.
Ia berharap pihak sekolah tegas dengan memberikan sanksi pada oknum guru honorer tersebut, bila perlu diberhentikan.
“Keluarga kami sangat menyayangkan kejadian ini. Minta gurunya dipecat,” imbuhnya.
Hal sama dikatain F, salah satu wali murid MAN 2 Bandar Lampung, yang mengaku mendengar kejadian tersebut dari anaknya.
“Saya denger dari anak, kawannya ditendang, dilempar gelas aqua terus dipukulin pake sandal,” ucap dia.
F mengaku mendengar kejadian dugaan pemukulan pada siswa tersebut bukan pertama kali, namun siswa tidak berani mengadu pada orang tuanya.
“Saya minta guru itu diganti, jangan ngajar lagi di sekolah itu,” kata dia.
Kepala MAN 2 Bandar Lampung, Nauval mengaku sudah mendengar kejadian tersebut. Ia mengaku kejadian ini cukup lama dan sudah diselesaikan dengan kekeluargaan.
“Yang bersangkutan kita panggil, semua termasuk guru. Namun siswi belum bisa dipanggil karena lagi dapat musibah. Nantinya kita mediasi lagi,” ucap dia, Senin (4/11).
Ia mengaku bakal memberikan sanksi pada oknum guru honorer tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Nanti pergantian struktur saat selesai semester. Kami akan posisikan di tempat lain,” kata dia. (Ndi)



















