DAERAH

Kepala BPPL Sebut Tulangbawang Paling Cocok untuk Bertani

Tulang Bawang- Kegiatan panen raya program peruasan areal tanam pompanisasi irigasi perpompaan dan oplah di Desa Sumber Agung, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulangbawang sukses.

Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung (BPPL), Abdul Roni mengatakan, di Tulangbawang adalah tempat yang paling cocok dalam bertani.

“Tuba adalah tempat yang baik dalam bertani salahsatunya yakni di Desa Sumber Agung, dan ini benar-benar sebagai lumbung provinsi dan Lampung juga bisa menjadi pangan nasional,” ujar Abdul Roni, Kamis (10/10).

Lanjut, sebelumnya progam tersebut sudah diterapkan di Kecamatan Dente teladas, Kabupaten Tulangbawang dan itu berjalan dengan lancar dengan adanya program pompanisasi.

“Sebelumnya kita gaspol juga di Dente Teladas disitu kita sajikan bagaimana dengan adanya optimalisasi lahan itu panennya ip-nya dua, nah diarea ini hal yang sama kalau tidak ada program pompanisasi bisa dipastikan tanaman disini tidak bisa panen artinya, kita ingin menunjukkan bahwa program Menteri Pertanian dapat mengoptimalkan hasil panen para petani,” ungkapnya.

Selain itu Plt Kadis Pertanian Nur Khasanah mengatakan bahwa wilayah Kecamatan Rawa Pitu mempunyai bakulahan 9000 hektare dan di Desa Sumber Agung luasnya sekitar 1500 hektar.

“Kami mempunyai bakulahan 9000 hectar sementara luas desa sumber agung sekitar 1500 hectar, dan yang saat ini tertanami padi yakni 1535 hectar,” ujar Nur Khasanah.

Ia mengatakan bahwa panen saat ini di lokasi program pompanisasi terhampar 50 hektare.

“Saat ini dilokasi program pompanisasi sekitar 50 hectar yang siap panen, tampa program pompanisasi ini Pak? , perairan akan kurang karena sawah kita terletak diatas saluran. Sehingga kalo tidak ada pompanisasi air tidak bisa masuk kelahan,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan untuk produktivitasnya dan telah diubin oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sekitar 5,1 ton per hektare.

“untuk produktivitasnya sekitar 5,1 ton per hectar dalam hasil panen saat ini, kami agak terkendala karena kekeringan agak lama serta kemudian jarak tanam yang agak renggang jadi tidak terlalu maksimal dalam panen saat ini,” tambah Nur Khasanah.

Ia mengatakan untuk kedepan mereka akan semaksimal mungkin menghimbau kepada petani agar aturan jarak tanam tidak terlalu renggang.

“Jarak tanam yang terlalu renggang sehingga per ubin hanya mendapatn 67 rumpun yang seharusnya ideal rumpun 80 sampai 90 rumpun, kedepan kami akan semaksimal mungkin menghimbau kepada petani agar hasil panen ini menjadi motivasi kedepan,” ungkap Nur.

Pj Bupati Tulangbawang Ferli Yuledi mengucapkan terimakasih kepada Mentri Pertanian terkait program yang telah dilaksanakan di Kabupaten Tulangbawang.

“Terimakasih kepada pihak kementrian Pertanian terkait program yang telah dilaksanakan di Kabupaten Tulangbawang ini yang pertama optimalisasi lahan sebesar 9.627 hektare dan ini hampir maksimal kita laksanakan, karena hanya 39 hektare yang belum dapat kita laksanakan,” ujar Ferli Yuledi..(rds)

What's your reaction?

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.