PRINGSEWU

Perangi Nyamuk dan Tikus

CakraLampung.Com – SERANGAN nyamuk Aedes Aegypti (nyamuk penyebab penyakit Demam berdarah dengue atau DBD) dan hama tikus di Kabupaten Pringsewu, menjadi perhatian serius dari pemerintah setempat.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pringsewu menyatakan perang terhadap tikus dan nyamuk tersebut.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi kemarin. “Penyakit DBD dan hama tikus ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Kita harus secepatnya bergerak mengendalikannya dan perang terhadap hama tikus dan nyamuk ini,” tegas dia di Balai Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Selasa (25/1/22).

Diterangkannya bahwa untuk kasus DBD pada tahun 2022 atau per (20/1/2022) terdapat 16 kasus DBD dan 2 orang anak meninggal dunia.

“2 kasus meninggal dunia yaitu anak-anak usia 3 dan 6 tahun, yang berasal dari pekon (desa) Saribumi dan Tambahsari,” tambahnya.

Sementara untuk tahun lalu berdasarkan data dinas kesehatan setempat, kasus DBD yang terakhir tercatat dari Januari hingga Desember 2021 ada sebanyak 197 kasus dengan 1 kasus kematian.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi inipun mengajak masyarakat untuk memberantas dan memerangi nyamuk dan penyakit DBD tersebut.

Yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memutus mata rantai berkembangbiaknya nyamuk tersebut. Terutama menerapkan 3M Plus. Yaitu dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas. Serta plus hindari gigitan nyamuk, tidur menggunakan kelambu dan menyalahkan obat nyamuk.

“Dan juga kita perlu untuk menanam tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk salah satu nya sereh di pekarangan atau halaman rumah kita masing-masing agar menjadi pagar alami mengatasi nyamuk,” terang Fauzi.

Sedangkan menyikapi adanya serangan hama tikus yang merusak tanaman padi serta tanaman komoditas pertanian lainnya, Fauzi juga mengajak petani dan masyarakat serta jajarannya untuk bersama-sama memberantasnya.

Kata Fauzi, hama tikus ini menjadi ancaman di masa pertumbuhan padi yang bisa mengakibatkan gagal panen.

“untuk itu, perlu dikerahkan, baik petani maupun instansi dan pihak-pihak terkait lainnya secara bersama-sama. Dengan melakukan perang atau gropyokan tikus yang intensif diharapkan berdampak baik bagi nasib petani,” ujarnya.

Diketahui data luas lahan sawah dari sumber https://www.pringsewukab.go.id/pages/tentang-pringsewu di kabupaten itu mencapai 13.678 hektar atau 22,76% dari seluruh wilayah.

Central sawah di kabupaten Pringsewu terletak di Kecamatan Gadingrejo sebesar 3.637 hektar atau sekitar 26% dari total lahan sawah yang ada lebih dari 2/3 dari seluruh lahan sawah di kabupaten Pringsewu merupakan sawah irigasi. (red)

 

 

Garfis

3M Plus :

Menguras tempat penampungan air
Menutup tempat penampungan air
Mengubur barang bekas.

Plus :

Hindari gigitan nyamuk
Tidur menggunakan kelambu
Menyalahkan obat nyamuk

Kasus DBD :
Tahun 2021
Ada 197 kasus dengan 1 orang meninggal.

Tahun 2022
Per januari ada 16 Kasus 2 orang meninggal.

Tanaman Tak Disukai Nyamuk :

1. Tanaman Sereh.
Bisa ditanam di sekitaran rumah untuk mengusir nyamuk.

Luas Lahan Sawah :
13.678 Hektare

What's your reaction?

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.